Minggu, 12 Agustus 2012

Zayn Malik

Nama : Zain Javadd Malik Mohammed "Zayn Malik"
Lahir : 12 Januari 1993





Ayahnya bernama Yasser yang berdarah Inggris dan Pakistan sedangkan Ibunya Tricia Malik berdarah Inggris.Zayn besar di kota Bradford bersama tiga saudara perempuan, yaitu Doniya, Waliyha and Saffa. Menurut sang ibu, sejak kecil Zayn selalu bermain musik lewat komputer dan bernyanyi. Di umur 12 -13 tahun Zayn mulai memperhatikan penampilannya. Zayn niat banget bangun lebih pagi dari kakak ceweknya biar bisa menata rambutnya lebih lama tanpa harus dicela. Rambut Zayn memang jadi perhatian utama Zayn.
"Rambutku pernah dicukur, begitu juga alisku. Aku pikir waktu itu aku seperti gengster. aku kan suka banget R&B dan rap. Makanya pengin terlihat garang," ucap Zayn yang sekarang lebih memilih rambut gaya jigrak.

Style Zayn


Add caption







Add caption







Style Zayn dengan Varsty jacket, Plaid Shirt "Zayn telihat cool dengan baju kotak-kotak", Cardigan "kalau lagi gak pengin pake jaket, kardigan jadi pilihan Zayn, kadang Zayn mengombinasikannya dengan plaid shirt.

Kehidupan Zayn




Nama : Zain Javadd Malik Mohammed " Zayn Malik"
Lahir : 12 Januari 1993
twitter : @zaynmalik
Ayahnya bernama Yasser yang berdarah Inggris dan Pakistan.
Ibunya bernama Tricia Malik berdarah Inggris.
Zayn besar di kota Bradford bersama tiga saudara ceweknya : Doniya, Waliyah, dan Saffa.



Zayn dibesarkan di East Bowling, di sebelah barat pusat kota Bradford. Dia menempuh pendidikan dasarnya di Lower Fields Primary School dan melanjutkan ke Tong High School, sebuah sekolah negeri yang komprehensif di Bradford. Sebelum pindah kesana, Zayn sudah pindah sekolah dua kali karena dia merasa tidak cocok dengan sekolah-sekolahnya yang sebelumnya. Barulah setelah dia pindah ke Tong, ia menemukan kecocokan itu dan mulai fokus pada bakatnya. Saat mengikuti The X Factor, kakeknya, Walter meninggal dunia. Zayn memiliki tato berupa nama kakeknya dalam bahasa Arab di dadanya.

Saat audisi The X Factor, Zayn mengungkapkan motivasinya mengikuti acara itu adalah untuk mencari pengalaman. Menurutnya, urban music adalah faktor utama yang mempengaruhi karir bermusiknya yang bergenre R&B dan Rap. Dalam audisi X Factor, Zayn membawakan lagu R&B milik Mario yang berjudul "Let Me Love You". Dia merupakan personil One Direction yang dicap sebagai "kolaborator impian" oleh beberapa artis-artis dunia, salah satunya Bruno Mars. Zayn pernah berkencan dengan rekannya sesama kontestan X Factor, Rebecca Ferguson. Hubungan ini menuai kontroversi karena usia mereka yang terpaut enam tahun. Hubungan ini cuma bertahan empat bulan dan berakhir pada bulan November 2011. 

Zayn adalah seorang perokok berat. Pada bulan Agustus 2011, ia menyatakan keinginannya untuk berhenti merokok, meskipun itu sangat sulit baginya. Setelah sempat beberapa kali digosipkan menjalin hubungan dengan anggota girlband Little Mix; Perrie Edwards, pada bulan Mei 2012 Zayn akhirnya mengkonfirmasi kepada media kalau ia dan Perrie Edwards memang berpacaran.

Zayn adalah penggemar rajah tubuh, ia punya tujuh tato ditubuhnya; tato berbentuk "Yin Yang" di pergelangan tangan, gambar jari bersilang di lengan bawah, nama kakeknya dalam tulisan arab di bagian dada, sebuah simbol Jepang yang mempunyai arti born lucky, gambar hati di bagian perut, gambar daun pakis berwarna perak yang merupakan simbol negara Selandia Baru di leher belakang dan terakhir tato berbentuk epigraf di bagian tulang selangkanya.

Bulan Juni 2012, Zayn memposting tweet: "La ila ha ill lalla ho muhammed door rasoolalah" yang maknanya merupakan deklarasi iman dari seorang muslim. Tweet ini menuai kritik dari beberapa kalangan anti-muslim di Eropa dan Amerika, salah satunya Debbie Schlussel. "Ia menggunakan pengaruhnya untuk menyebarkan agama Islam pada para penggemarnya, dan berusaha membuat mereka pindah agama. Itu berbahaya," tulis Debbie dalam blognya.Sementara itu, Zayn dipuji oleh para muslim lain di industri hiburan Eropa dan Amerika.

Wajahat Ali, seorang penulis skenario muslim dari San Fransisco menyebutkan bahwa kesuksesan Zayn justru dapat memperbaiki nama baik Islam di dunia barat. "Dia menunjukkan bahwa seseorang dapat dihargai karena bakatnya, dan ia tak akan diasingkan hanya karena ia seorang muslim." Zudhi Jasser, seorang aktivis muslim di Amerika, juga mendukung Zayn yang berani memproklamasikan keislamannya di dunia barat yang terkenal diskriminatif pada muslim. Namun ia mengingatkan bahwa muslim yang konservatif mungkin justru akan ikut mengecam Zayn karena tato dan tindikan di kupingnya.